Menunasi bungkus ala Jepang ini lahir pada Januari 2022 lalu di mana Riska menuturkan bahwa sang pemilik merupakan pecinta kuliner Jepang. Dengan harga Rp15 JFC Jelambar Fried Chicken Menyediakan menu makananNasi Uduk khas kebon kacang Nasi khas kebon kacang yang di bungkus daun pisang yang 1 porsi nasi doang 7 ribu Karanter Nasi kami dengan aroma rempah tajam dan kombinasi lauk yg rata* medok Sehingga menghasilkan beragam cita rasa dalam setiap suapannya, sehingga bisa kami katakan bahwa KetuaSadulur Cipanas, Dede Ichsan mengatakan, ada 600 takjil yang dibagikan kepada sopir angkutan umum dan masyarakat yang melintas. Tak hanya itu sebanyak 100 nasi bungkus. “Kami membagikan takjil ini karena sudah menjadi program SDC di setiap tahun pada bulan Ramadhan kepada masyarakat yang melintas,” kata Dede saat ditemui. Nasi kucing kini menjadi makanan favorit di semua kalangan. Tidak hanya mahasiswa, anak anak hingga orang dewasa pun banyak yang berburu nasi kucing. Pantauan Gorontalo Post di Jalan Jendral Sudirman, Kota Gorontalo. Banyak pedagang kaki lima yang mencari rezeki dengan berjualan nasi kucing. Berikut3 resep menu buka puasa Ramadhan hari ke 10, ada Nasi Merah hingga Pepes Ayam Kuning, Bungkus bahan pepes yang sudah siap menggunakan daun pisang dan ikat dengan tusuk gigi, dan kukus hingga matang. Kafe Nuansa Etnik Bali The Kamasan Bawa Promo Sarapang Cuma 20 Ribu, Sudah Dapat Kopi dan Roti! Jumat, 10 Juni 2022 | 21:05 WIB YDopaSm. PADANG - Pemerintah Kota Padang mendata, saat ini ada 113 rumah makan murah dengan harga sebungkus nasi Rp 10 ribu. Menurut Kepala Dinas Pangan Kota Padang Syahrial, keberadaan rumah makan yang harganya terjangkau itu dapat membantu tersedianya pangan murah. "Akan tetapi, higienitas tetap perlu diperhatikan," kata Syahrial di Padang, Kamis. Syahrial pun mengingatkan pengelola rumah makan murah di kota itu untuk memerhatikan keamanan pangan. Dengan begitu, makanan yang dijual aman dikonsumsi dia, keberadaan rumah makan dengan tarif murah di Padang merupakan salah satu tempat alternatif kuliner terjangkau. Untuk memastikan kebersihannya, Dinas Pangan melakukan sosialisasi agar pengelola rumah makan mengabaikan keamanan pangan demi harga jual yang murah. "Setelah melakukan pendataan, Dinas Padang akan masukan nama rumah makan ke Google Maps sehingga bisa menjadi referensi bagi masyarakat dan wisatawan," kata salah seorang pengelola rumah makan murah di Padang, Neng, mengaku menjual makanan dengan harga yang relatif terjangkau sebagai strategi pemasaran. Di samping itu, ia juga menyesuaikan harga jual makanannya dengan kemampuan masyarakat yang berada di sekitar warungnya."Makanan yang saya jual diminati oleh konsumen sekitar sini mulai dari karyawan kantoran, pekerja informal, guru, tukang ojek, dan mahasiswa," harga makanan yang dijualnya terbilang murah, bukan berarti Neng menyajikan menu seadanya. Pilihan yang disediakan cukup banyak, bahkan tidak kalah dengan menu rumah makan pada menawarkan ayam bakar, rendang, ikan asam padeh, ayam bumbu, lele goreng, ayam gulai, ikan nila bakar dan menu lainnya dengan harga Rp10 ribu. Paketnya sudah lengkap dengan air Neng, salah satu rahasia bisa menjual makanan dengan harga murah adalah membeli bahan mentah dalam jumlah banyak sehingga lebih murah. Dalam sehari ia bisa menjual 300 bungkus nasi dengan penghasilan sekitar Rp 3 juta."Kalau omzet biasanya Rp 3 juta per hari, bahkan pernah mencapai Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per harinya kalau sedang ramai," mengakui keuntungan menjual nasi seharga Rp 10 ribu memang tidak besar, namun perputaran uangnya menjadi lebih cepat karena banyak yang membeli.“Misalnya untungnya cuma dua ribu rupiah per bungkus. Kalau yang beli 300 orang kan sudah dapat Rp 600 ribu. Artinya uang lebih cepat terkumpul, banyak yang beli,” seorang pembeli nasi Rp 10 ribu, Hari, mengaku sering membeli nasi dengan harga terjangkau saat sedang akhir bulan. Hari mengaku lebih sering membungkus daripada makan di tempat karena porsinya lebih banyak dibandingkan makan di tempat."Rasanya sesuai dengan harga, malah kadang lauk yang nasi Rp 10 ribu ini lebih besar dibanding tempat nasi dengan harga di atas itu," kata dia. Hari menilai, bedanya dari segi nasi, kalau nasi Rp 10 ribu ini nasinya keras. Sebalinya dengan nasi di rumah makan dengan harga standar. sumber AntaraBACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini Denpasar ANTARA - Pecinta kuliner dengan menu khas Jepang di Bali dijamin kini tak kesulitan lagi untuk membeli makanan kesukaan mereka. Terlebih kini saat beberapa makanan khas negeri matahari terbit itu sedang viral dan menjadi tren di media sosial tanah air. Seperti dalam sepekan terakhir, muncul tempat makan di Denpasar yang menyajikan makanan ala negeri sakura namun dikemas serupa makanan yang umum ditemukan masyarakat, yaitu dibungkus dengan kertas minyak dan beralaskan daun pisang. Makanan yang disebut nasi bungkus Jepang ini ramai tersiar di sosial media khususnya akun kuliner tren makanan di Bali, lantaran unik dan diakui sebagai yang pertama dengan konsep seperti ini khususnya di Denpasar. Dalam waktu tak kurang dari tujuh hari, warung makan bernama Gohan Ku tiap harinya berhasil menjual 300-400 nasi bungkus Jepang di toko yang beralamat di Jalan Tukad Pakerisan Nomor 99 Denpasar. "Peminatnya antusias, saya enggak sangka juga dari awal buka baru seminggu benar-benar disambut antusiasme tinggi sampai kewalahan. Kita bisa rata-rata 300 sampai 400 bungkus per hari dengan harga Rp15 ribu hingga Rp29 ribu paling mahal," kata Riska Aditya selaku Management Trainee Gohan Ku. Makanan dengan menu ayam kari, ayam keju, ayam pedas, ayam yakiniku, ayam original, sapi yakiniku, sapi original, sapi lada hitam, dan nasi omega ini berhasil mencuri perhatian masyarakat kota madya dengan keunikannya yaitu dikemas layaknya nasi bungkus dan dipadukan dengan isian khas nusantara. Nasi Jepang Tak hanya daging dengan saos khas Jepang, dalam tiap porsinya Gohan Ku memberi tambahan makanan khas Indonesia seperti sambal mentah salah satunya. "Sengaja dikolaborasikan dengan konsep orang Indonesia, kalau orang Jepang sambal itu tidak terlalu suka, palingan lada atau semacam paprika, kita orang Indonesia biasanya kadang suka pedas," kata Riska di Denpasar. Selain sambal sebagai pelengkap, pihak Gohan Ku menjelaskan bahwa di dalam tiap makanannya berisi telur, taburan bawang putih, dan nori. Selain itu, pada pemilihan nasi makanan khas Jepang cukup berbeda dengan Indonesia. Tempat makan satu ini memilih menggunakan beras yang kerap dikonsumsi masyarakat Jepang, pun juga memiliki hasil akhir yang pulen. Ke depan juga tak menutup kemungkinan sang pemilik menambah isian baru mengingat cabangnya kini dibuka di Pulau Dewata dengan menu makanan yang tak kalah di nusantara. Hingga 31 Juli 2022 nanti, pihak Gohan Ku turut memberikan promosi lewat gratis yakitori atau satu tusuk sate tiap pembelian satu bungkus nasi ala Jepang itu. Alasan promosi ini menjadi tambahan daya tarik yang dikatakan Riska mampu menggaet para pembeli, disamping keunikan makanan yang viral ini. Jika diuangkan, Riska mengaku perharinya toko yang berpusat di Jakarta tersebut dapat membawa uang sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta hanya dalam satu pekan terakhir. Gohan Ku sendiri diakui memiliki arti nasi bungkus dalam bahasa Jepang. Menu nasi bungkus ala Jepang ini lahir pada Januari 2022 lalu di mana Riska menuturkan bahwa sang pemilik merupakan pecinta kuliner Jepang. Di antara menu nasi bungkus Jepang yang disuguhkan, masyarakat Bali yang membeli dalam sepekan dikatakan paling tertarik dengan rasa ayam kari dan sapi lada hitam. Menu ini paling banyak dicari oleh pengunjung, salah satunya seorang pembeli bernama Chintya Sukmawedari 22. Ia memutuskan untuk mencoba makanan unik satu ini setelah melihat tren yang viral di sosial media. Perempuan asal Sanur Denpasar Selatan ini langsung membeli delapan bungkus nasi dengan menu paling banyak dicari, namun memutuskan untuk dibawa pulang dengan pengemasan layaknya nasi padang atau warteg kebanyakan. "Kalau bagi saya ini pertama kali, ingin coba karena mau tahu rasanya bagaimana. Pertama karena penasaran sama rasanya, soalnya banyak yang bilang ini enak. Tapi saya belum pernah nemu atau nyoba nasi Jepang dibungkus seperti ini juga," kata Chintya. Pembeli lain bernama Ajif Tazuida 30 setelah mencoba rasa nasi omega mengaku tertarik dan ingin membeli kembali. Ajif bahkan menyebut rasa dari nasi bungkus satu ini sesuai dengan selera lidah masyarakat Indonesia. "Lumayan menarik dan enak terasa pedasnya, ini juga dengar-dengar dapat dari Instagram. Harganya sesuai untuk makanan jenis baru, dan untuk orang Indonesia cocok, anak saya itu cocok," katanya. Manager Trainee Gohan Ku mengatakan bahwa masyarakat dapat mencicipi menu Jepang ini dari pukul WITA hingga WITA setiap harinya dengan dimulai dari harga Rp15 ribu perporsinya. Dengan harga Rp15 ribu, masyarakat dapat merasakan nasi bungkus omega, Rp23 ribu untuk nasi ayam original, Rp25 ribu ayam yakiniku dan ayam pedas, Rp26 ribu ayam keju dan ayam kari, sedangkan harga paling tinggi Rp29 ribu untuk varian sapi yakiniku, sapi original, dan sapi lada hitam. Sebelum di Bali, makanan viral ini telah dijual di The Icon BSD, Tangerang Kota, Lippo Karawaci, Slipi, Pluit, Lippo Puri, dan Pamulang. Melihat antusias tinggi dari pecinta kuliner Jepang di Bali, manajemen Gohan Ku berencana akan memunculkan inovasi baru setelah genap ide makanan dikumpulkan, lantaran selama ini meskipun menu dan konsepnya tergolong nabrak’ tapi saat dikonsumsi tidak mengurangi niat masyarakat mencicipi Nasi bungkus menu Jepang yang disajikan dengan kertas minyak dan daun pisang di Denpasar, Sabtu 16/7/2022. ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari .Editor Hanni Sofia COPYRIGHT © ANTARA 2022

menu nasi bungkus 10 ribu