RumahSakit Al Shifa di kota Gaza-Palestina menjadi salah satu rumah sakit utama di kota itu dan begitu diandalkan oleh penduduk sekitar. Tak kurang dari ribuan warga Gaza-Palestina pernah mengalami luka peperangan dan dirawat di rumah sakit ini. JokowiKutuk Serangan Israel di Rumah Sakit Indonesia di Palestina. Internasional. 29 Oktober 2018, 09:01:11 WIB. Presiden Joko Widodo (jokowi) pada hari Minggu, (28/10), mengutuk serangan udara Israel yang merusak rumah sakit di Gaza Utara (Anadolu) FPImerusak rumah tempat berkumpul aliran Wahidiyah, karena menganggap mereka sesat. 24 September. Di Ciamis, FPI merusak warung yang buka pada bulan puasa serta memukuli penjual dan pembelinya. Alasannya mereka menjual barang-barang haram (seperti minuman keras) di bulan Ramadan. 28 September. FPI Jakarta bentrok dengan polisi yang MajelisUlama Indonesia (MUI) akan memberikan bantuan dana untuk pembangunan rumah sakit di kota Hebron, wilayah Tepi Barat Palestina. "Pembangunan AllahuAkbar,” demikian nyanyian prajurit TNI AU dengan mengepal tangan kanannya dikutip dari akun @digeeembokFC. Habib Rizieq disambut lautan manusia di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa 10 November 2020. Dalam lautan manusia penjemput Habib Rizieq, ada puluhan prajurit TNI dari berbagai kesatuan. dM1XG. Perang Palestina sudah mendapat bantuan dari Indonesia yang nilainya tak terhingga dengan berdirinya RS Indonesia di sana. RS ini sudah menampung ribuan orang yang terluka untuk dirawatMakassar ANTARA - Dai cilik yang juga motivator asal Palestina Syekh Yousuf Mounther Eldaia 14 mengapresiasi keberadaan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina yang dibangun dengan bantuan masyarakat dan juga negara Indonesia. "Perang Palestina sudah mendapat bantuan dari Indonesia yang nilainya tak terhingga dengan berdirinya RS Indonesia di sana. RS ini sudah menampung ribuan orang yang terluka untuk dirawat," katanya saat temu wicara di Masjid Ikhtiar, Kompleks Dosen Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat 21/2 guna memberikan motivasi dan berbagi cerita tentang perjuangan masyarakat Palestina. Selain bantuan RS yang sangat dirasakan manfaatnya, katanya,, yang sangat dibutuhkan di Palestina adalah juga sekolah. Menurut dia meski dalam kondisi perang, anak-anak Palestina dengan segala keterbatasan harus tetap bersekolah, dan juga terus giat untuk ikut sekolah hafalan Al Quran. "Sekolah-sekolah kami dihancurkan oleh tentara zionis Israel. Mereka tidak suka kami sekolah, tidak menginginkan kami pintar," katanya. Pada kesempatan itu, Syekh Yousuf Mounther Eldaia juga menyampaikan bahwa senang dengan rakyat Indonesia seperti halnya rakyat Indonesia mencintai rakyat Palestina dengan membantu baik moril maupun materiil. Sementara itu, Syekh Arafat Ali Nassar yang turut mendamping dai cilik Yousuf mengatakan bahwa Indonesia dan Palestina memang jaraknya sangat jauh, namun itu tidak ada masalah karena semua orang mukmin bersaudara. "Anak-anak Palestina dan Indonesia yang membedakan hanyalah tempatnya, namun pada dasarnya semuanya bersaudara, karena semua orang mukmin itu bersaudara," katanya dan menambahkan jika ada yang disakiti, maka yang lainnya turut merasakan dan harus menolong. Dai cilik asal Palestina Syekh Yousuf Mounther Eldaia tengah dan Syekh Arafat Ali Nassar kiri menerima donasi di di Masjid Ikhtiar, Kompleks Dosen Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat 21/2/2020. FOTO ANTARA/ Suriani Mappng Baca juga Motivasi pelajar hafal Quran, dai cilik Palestina diundang ke Sulsel Baca juga Dai cilik asal Palestina berbagi ilmu di Makassar Baca juga Ulama Palestina puji akhlak warga SulselPewarta Suriani MappongEditor Andi Jauhary COPYRIGHT © ANTARA 2020 Setelah bertahun-tahun pembangunan, dan terus-menerus tertunda akibat pertempuran di kawasan perbatasan, Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza akhirya resmi beroperasi 27 Desember 2015. Sejak itu, setiap hari lebih dari 250 pasien bisa dirawat. Dibangun di sebuah puncak bukit di luar Jabalya, kamp pengungsi terbesar di Gaza, Rumah Sakit Indonesia mulai beroperasi dan bisa melayani penduduk yang tinggal di kawasan yang sering dilanda konflik itu. Serangan-serangan udara dari Israel sudah menewaskan orang di Jalur Gaza, sejak 2014. Sebagian besar korban adalah warga sipil, kata seroang pejabat Palestina. Sementara pihak Israel menyebut jumlah yang tewas adalah 67 tentara dan enam warga sipil. Pembangunan Rumah Sakit Indonesia menghabiskan dana sekitar 9 juta dolar AS. Kapasitasnya, 110 tempat tidur, jauh lebih besar daripada rumah sakit lokal yang tua dan yang hanya punya 62 tempat tidur, kata Muaeen al-Masri, bagian hubungan masyarakat. Gaza yang berpenduduk sekitar hampir 2 juta orang hanya punya sekitar 30 rumah sakit dan klinik, yang menyediakan rata-rata 1,3 tempat tidur untuk setiap orang, menurut data Bank Dunia. Sebagai perbandingan, Israel memiliki rata-rata 3,3 tempat tidur per tempat tidur, artinya tiga kali lebih banyak. Ashraf al-Qidra, juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, Gaza masih kekurangan tenaga dokter, terutama spesialis dan ahli bedah. Pasien dengan penyakit serius sampai saat ini terpaksa pergi ke Israel atau Mesir untuk mendapatkan perawatan dari spesialis. Selama ini, Israel hanya mengijinkan pasien yang dalam kondisi kritis untuk melewati perbatasan ke Mesir. Sebagian besar wilayah Gaza masih menjadi kawasan tertutup, dan banyak pasien terancam meninggal karena tidak bisa dirawat, kata Qidra. Rumah sakit terbesar di wilayah itu adalah Shifa, terletak di pusat Kota Gaza, dengan kapasitas 750 tempat tidur. Rumah sakit itu begitu sering dibanjiri dengan pasien, sehingga kekurangan obat, peralatan dan personal. "Ini akan memberi kontribusi besar bagi pelayanan dan situasi kesehatan di Gaza," kata Qidra tentang pembukaan Rumah Sakit Indonesia dekat Jabalya. Bangunan dua lantai itu dilengkapi dengan berbagai peralatan modern dan memberi memberi pelayanan rawat jalan. Ada departemen bedah umum, ortopedi dan spesialis penyakit pencernaan. Kementerian Kesehatan Gaza baru memiliki empat unit scanner digital CT, tetapi perangkatnya sudah tua dan ada banyak masalah teknis beberapa tahun terakhir. Ada juga klinik-klinik swasta d Gaza, namun biayanya mahal dan tidak terjangkau oleh kebanyakan penduduk. Rumah sakit Indonesia di Gaza dibangun di atas areal seluas 1,6 hektar, dan terletak hanya tiga kilometer dari perbatasan ke Israel. Luas bangunan sekitar m2. Konstruksi dan pembangunannya melibatkan banyak relawan dari Indonesia. Pembangunan dan pembiayaannya dikoordinasi oleh yayasan Medical Emergency Rescue Committee MER-C. "Kami datang ke Gaza tahun 2009, dan kami melihat banyak pasien tidak punya obat, dan kapasitas rumah sakit tidak memadai," kata Edy Wahyudi dari MER-C. Dia mengatakan, dana pembangunannya berasal dari sumbangan perorangan warga Indonesia yang ingin membantu penduduk Gaza. hp/ml rtr, MER-C

rumah sakit fpi di palestina